Tompi, Dokter Jazz-nya Indonesia yang Multitalented

Uncategorized Aug 25, 2017 No Comments

Kalau lo mencari daftar penyanyi jazz Indonesia terbaik, udah pasti lo bakal nemuin nama Tompi di antaranya. Dan kalau lo adalah penikmat musik jazz terutama di Indonesia, lo udah nggak asing lagi sama doi. Tapi nggak seperti daftar penyanyi jazz Indonesia terbaik lainnya, malah menyanyi bukanlah pekerjaan tetap tompi. Yup, seperti judul di atas, lo udah bisa nebak bahwa si Tompi ini sebenarnya adalah seorang dokter. Dokter beneran ya, bukan dokter yang mengobati dan tempat lo konsultasi semua masalah musik jazz, meskipun mungkin Tompi cukup cakap dalam bidang itu.
Memiliki nama asli Teuku Adifitrian, penyanyi yang lahir pada 22 September 1978 di Lhouksemawe ini menghabiskan masa kecilnya hingga hampir dewasa di Aceh. Setelah menamatkan pendidikan SMA-nya, Tompi hijrah ke Jakarta untuk menempuh pendidikan sarjana di Universitas Indonesia. Lulus? Ya pasti dong! Tompi resmi menjadi dokter umum beberapa tahun kemudian. Berhenti sampai di situ? Enggak, doi melanjutkan studinya mengambil spesialisasi di bidang bedah plastik dan lagi-lagi sukses lulus di tahun 2010 dari kampus yang sama.

Bagi Tompi, menyanyi jazz adalah sekedar hobby dan dijadikannya sebagai pekerjaan sampingan. Tompi tetap menekuni profesinya sebagai dokter, dimana dia pernah bekerja sebagai dokter umum di Instalasi Gawat Darurat di RS Koja Tanjung Priok. Tak berhenti di situ, Tompi “berganti tuan” dengan menjadi dokter okupasi di perusahaan besar yaitu PT National Panasonic. Tompi juga pernah menjadi dokter di Kedutaan Amerika Serikat. Akhirnya setelah malang melintang ke berbagai tempat, Tompi mendirikan Beyoutiful Clinic miliknya di Jakarta Selatan. Klinik ini sesuai dengan passion Tompi, menangani masalah gigi, kulit, dan bedah estetik. Kurang sukses apalagi coba?

Nah mungkin lo bertanya-tanya, darimana sih kok ni orang dokter bisa-bisanya nyambung ke penyanyi? Ternyata, Tompi memang memiliki bakat dan minat pada bidang tersebut. Hobi dan minatnya ini mendapat jalan dari kegiatan-kegiatan kampus yang berhubungan dengan musik di UI yang rajin diikuti Tompi. Tompi pun banyak tampil dan meraih kepercayaan diri untuk mengasah kemampuan olah vokalnya, sehingga terus berkembang. Proses ini juga yang membawa Tompi bertemu dengan Tjut Deviana dan Bertha, musisi bertangan dingin yang membantunya. Selain bernyanyi, Tompi juga ternyata mempelajari alat-alat musik dan seni tari dari berbagai sanggar waktu dia masih di Aceh dahulu. Sehingga seringkali Tompi melatih dirinya sendiri untuk menciptakan lagu gubahannya sendiri. Wah, multitalented banget ya!
Meskipun pada awalnya Tompi lebih sering bernyanyi loncat-loncat, dari satu acara ke acara lainnya, pada akhirnya Tompi mendapatkan tawaran di The Bar by Four Season Hotel sebagai house band di sana. Tompi pun mendapat banyak pengalaman serta berkenalan dengan banyak orang. Semakin terkenalnya Tompi membuatnya tergabung dalam Cherokee, band jazz yang pernah diundang untuk tampil di Singapore. Mendengar vokal Tompi yang luar biasa, ia pun langsung dijuluki sebagai Super Vocalist saat itu. Bersama Cherokee, Tompi mengeluarkan album self-titled group band mereka berjudul Cherokee pada 2003. Pada kesempatan lainnya Tompi bergabung dengan band bernama Bali Lounge yang lebih berfokus pada musik keetnisan modern, dan lagi-lagi menelurkan self-titled album Bali Lounge di tahun 2004.

Tak terpungkirinya kesuksesan Tompi dalam dunia musik membuat ia percaya diri mengeluarkan album solo di tahun 2005 berjudul T yang seluruh lagunya adalah ciptaannya sendiri bergenre pop jazz. Respon masyarakat? Luar biasa, bahkan lagu berjudul Selalu Denganmu menjadi hits saat itu. Seterusnya, Tompi pun tak berhenti berkarya dengan mengeluarkan album Soulful Ramadhan di 2006, Playful di 2007, My Happy Life di 2008, Paris Jakarta Express 2009, Tak Pernah Setengah Hati di 2010, dan terakhir album Sounds of Ramadhan di 2011. Kok bisa ya Tompi seproduktif itu setiap tahunnya? Meskipun ternyata 2011 kemarin adalah tahun terakhir Tompi merelease album, saat ini Tompi selain menekuni profesinya sebagai dokter, juga sedang disibukkan dengan group barunya. Bersama Sandy Sandhoro dan Glenn Fredly yang termasuk dalam daftar penyanyi jazz Indonesia terbaik, Tompi membentuk Trio Lestari.

Dari sekian banyak karyanya, lagu Salahkah meraih penghargaan AMI Awards pada 2008 kategori Karya Produksi R&B Terbaik. Sedangkan lagu “Sedari Dulu” juga meraih penghargaan dari AMI Awards juga untuk kategori yang sama di tahun berikutnya, 2009. Apresiasi ini tentu nggak lo pertanyakan dong, karena emang musikalitas Tompi nggak perlu diragukan. Tompi memiliki ciri khas sendiri yang begitu kita dengar suaranya atau lagunya, kita udah langsung tau itu pasti Tompi yang nyanyi. Suara Tompi yang tinggi melengking dan mendayu ini sih menurut doi dan orang sekitarnya, dipengaruhi oleh latar belakangnya sejak kecil. Sebagai seorang muslim Tompi sangat pandai mengaji dan sebagai orang Aceh, Tompi juga sering menyanyikan lagu daerah yang nadanya cenderung tinggi dan dan melengking.

Tompi sepertinya pandai menyeimbangkan antara profesi kedokterannya dengan hobby menyanyinya. Terbukti Tompi tak pernah absen setiap tahunnya dari berbagai acara jazz atau musik lainnya seperi Java Jazz Festival, BNI Java Jazz, dan acara-acara lainnya baik on air, live, maupun off air. Bahkan katanya sekarang, Tompi juga mulai melirik dan menekuni dunia fotografi, loh! Lihat aja foto-foto hasil jepretannya, udah sekelas fotografer profesional. Maunya apa sih ni orang? Semuanya bisa! Lo nggak kepingin jadi kayak doi?

Aburachman Listisni