Keamanan Rokok Elektrik

Gaya Hidup , informasi kesehatan , Kesehatan Apr 12, 2015 No Comments

Rokok elektronik atau rokok elektrik tengah jadi fenomena baru di dalam orang-orang Indonesia. Banyak yang berpindah ke rokok elektrik lantaran berasumsi langkah merokok seperti ini aman serta lebih trendy, tanpa ada kurangi kesenangan merokok tembakau tersebut. Sebagai pertanyaan yaitu apakah rokok elektrik aman?

Menurut Craig Youngblood, presiden perusahaan pembuat rokok elektrik InLife, product bikinannya lebih aman dari pada rokok tembakau. Dia juga menyebutkan rokok elektrik bebas polusi serta tak berbau lantaran keluarkan uap, bukanlah asap.

Tetapi, Norman Edelman, kepala medis dari American Lung Association menyampaikan bahwa pernyataan bahwa rokok elektrik lebih aman belum cukup valid lantaran dampak periode panjang rokok elektrik belum diuji dengan cara klinis.

Beberapa peneliti di University of South California temukan bahwa meskipun rokok elektrik memiliki kandungan sebagian logam beracun lebih tinggi daripada rokok umum, rokok elektrik keseluruhannya yaitu pilihan yang lebih aman.

Beberapa lembaga internasional serta nasional ikut memberi respon tentang tingkat keamanan serta peredaran rokok elektrik.

World Health Organization (WHO)

WHO melaunching suatu laporan diisi saran tidak untuk memakai rokok elektrik didalam ruang lantaran product ini dapat keluarkan toksin seperti rokok umum. Walau tak keluarkan asap, uap rokok elektrik yang memiliki kandungan zat kimia beresiko dapat juga menyebabkan polusi hawa. WHO juga menyarankan tidak untuk jual rokok elektrik pada beberapa orang dibawah umur 18 th..

Tubuh Pengawasan Obat serta Makanan (BPOM)

Begitupun di Indonesia, Tubuh Pengawasan Obat serta Makanan (BPOM) sudah memperingatkan orang-orang bahwa rokok elektrik yang beredar di market yaitu product ilegal serta belum dapat dibuktikan keamanannya. Menurut BPOM, rokok elektrik memiliki kandungan nikotin cair serta bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol, serta gliserin. Bila seluruhnya bahan itu dipanaskan bakal membuahkan senyawa nitrosamine. Senyawa itu bisa mengakibatkan kanker.

Apa Saja Kandungan Rokok Elektrik?
Rokok elektrik atau umum juga dimaksud dengan system pengiriman nikotin elektronik (ENDS) yaitu alat penguap bertenaga baterai yang bisa menyebabkan sensasi seperti merokok tembakau. Penampilannya juga ada yang mirip rokok serta ada juga yang di desain tidak sama. Rokok elektrik pertama kali dipatenkan oleh apoteker asal Tiongkok, Hon Lik, pada th. 2003. Lalu di pasarkan di Tiongkok pada th. 2004 lewat perusahaan Golden Dragon Holdings (saat ini bernama Ruyan).

Didalam rokok elektrik ada tabung diisi larutan cair yang dapat di isi lagi. Larutan ini memiliki kandungan nikotin, propilen glikol, gliserin, serta perasa. Larutan ini dipanaskan, lalu nampak uap semestinya asap. Beberapa perusahaan jual cairan perasa spesifik. Diantaranya perasa mentol/mint, karamel, buah-buahan, kopi, atau cokelat.

Nikotin

Nikotin adalah zat yang ada pada daun tembakau. Nikotin berperan juga sebagai obat perangsang serta memberi dampak candu. Tersebut penyebab banyak perokok yang susah berhenti merokok.

Propilen glikol

Propilen glikol adalah cairan senyawa organik yg tidak berbau serta tak berwarna, tetapi mempunyai rasa agak manis. FDA atau Instansi Pengawas Makanan serta Obat-obatan Amerika Serikat sudah menyebutkan bahwa senyawa ini aman bila dipakai dalam kandungan rendah.

Gliserin

Gliserin yaitu cairan kental tak berbau serta tak berwarna. Zat ini kerap dipakai pada kombinasi formulasi farmasi. Cairan manis yang dikira tak beracun ini kerap juga digunakan oleh industri makanan. Gliserin berperan juga sebagai pengantar rasa serta nikotin dalam pemakaian rokok elektronik.

Sampai saat ini status keamanan rokok elektrik terlebih yang efek periode panjangnya masih tetap diperbincangkan lantaran klaim dari produsen belum seutuhnya dapat dibuktikan. Sebagian riset temukan bahwa rokok elektrik bisa menyebabkan inflamasi pada badan, infeksi paru-paru serta tingkatkan resiko asma, stroke dan penyakit jantung. Langkah paling baik yang bisa Anda kerjakan yaitu hindari hal yang belum teruji kebenarannya. Alangkah sebaiknya bila kita dapat seutuhnya tak bergantung pada nikotin serta zat apapun.

Aburachman Listisni