TES AWAL KECERDASAN MANUSIA

Gaya Hidup , Informasi Aug 20, 2014 No Comments
kecerdasan majemuk

kecerdasan majemuk

Pemikiran Dr. Howard Gardner mengenai Kecerdasan majemuk telah membuka mata dunia untuk tidak lagi menekankan kecerdasan akademik secara berlebihan pada anak-anak kita. Alasannya tentu saja karena mereka memiliki potensi yang berbeda satu sama lain. Masing-masing anak memiliki minat dan kemampuan kecerdasan yang berbeda-beda. Ada yang mahir dalam musik, olahraga, kemampuan sosial dan lain sebagainya. Jika kita ditangani secara tepat dari sejak dini, maka kemampuan terbaik mereka tidak dapat muncul.

Untuk itu tes awal kecerdasan manusia ini menjadi penting untuk lebih memahami minat dan bakat dari anak-anak kita. dengan metode pembelajaran yang tepat, maka anak-anak dapat tumbuh dengan bakat yang disenangi dan dimilikinya. Tes semacam ini juga memberi gambaran ringkas pada orang tua maupun guru untuk mengidentifikasi kemampuan terbaik anak. Setidaknya ada beberapa petunjuk harian yang dapat kita amati untuk menentukan bidang kecerdasan anak yang paling menonjol. Petunjuk tersebut diantaranya adalah jika anak ingat kata-kata, makna, senang menulis, senang membaca, senang bermain kata, kata maka dia termasuk yang cerdas secara linguistic. Untuk kecerdasan logis ditunjukkan dengan kemampuan anak mengurut soal matematis, memecahkan teka-teki, melakukan percobaan dan memiliki sifat ingin tahu. Kecerdasan visual ditunjukkan dengan kemampuan menggambar, belajar diagram dan grafik. Kecerdasan kinestetik diantaranya banyak bergerak dan melakukan gerakan tertentu. Kecerdasan musical ditunjukkan dengan kemampuannya mengidentifikasi musik dan memainkan alat musik.

Tes awal kecerdasan majemuk ini dapat dilakukan melalui lembaga-lembaga tertentu yang fokus pada pengembangan anak maupun melalui tes-tes online yang ada di dunia maya. Yang perlu kita perhatikan adalah jangan menekankan arogansi kecerdasan yang ditentukan oleh kita tetapi coba arahkan anak pada kecerdasan yang benar-benar ia minati. Tes awal ini juga mempersiapkan kita dan sekolah untuk memberikan cara belajar yang sesuai dengan karakteristik kecerdasan mereka.

Aburachman Listisni