Yang Lezat Tetap Sehat

Gaya Hidup Sehat , Hidup Sehat , informasi kesehatan , Makanan Sehat , tips Feb 28, 2014 No Comments
Makanan Yang Lezat Tapi Tetap Sehat

Makanan Yang Lezat Tapi Tetap Sehat

Cara memasak yang benar menghasilkan makanan enak namun tetap sehat.

Konsumsi makanan sehat selain untuk memenuhi kebutuhan tubuh juga menghasilkan energi, menstabilkan suasana hati, dan menjaga diri agar tetap sehat. Konsumsi makanan sehat bukan berarti meninggalkan seluruh makanan kegemaran Anda. Selama ini muncul anggapan, makanan sehat cenderung tidak enak karena kurang manis atau gurih. Benarkah demikian?

Menurut Tri Mutiara R, S.Gz  atau yang akrab dipanggil Tara, selera tidak bisa diperdebatkan, enak tidak enaknya makanan tergantung opini masing-masing. “Setiap orang berbeda mengukur enak atau tidaknya rasa makanan. Yang jelas, harus diselaraskan dulu apa yang menjadi tujuan hidup. Menikmati hidup untuk makanan atau memilih makan untuk hidup,” papar Tara.

Tara tidak setuju jika selama ini ada anggapan makanan sehat selalu dihubungkan dengan rasa yang kurang menggugah selera. “Padahal, dengan pola masak yang sehat, hasil olahan tetap lezat, kok. Makanan enak juga bisa diperoleh dengan memakai bumbu alami, seperti lada, garam, atau cabai yang banyak mengandung vitamin C.” Kalaupun tidak sempat membuat bumbu sendiri, “Sebaiknya, membeli bumbu berupa bubuk karena diawetkan dengan cara dikeringkan atau kelembapannya diturunkan. Selain itu, tidak memakai bahan pengawet.” Baca Juga Hati-Hati Penggunaan Formalin di Alat Makan Anda.

Pilih cara memasak yang tidak terlalu banyak menggunakan minyak dan air. “Karena vitamin dan mineral bisa larut dalam air dan minyak. Atau merebus masakan dengan bumbunya hingga bisa dimakan semua. Banyak sekali masakan Indonesia yang menggunakan metode seperti itu,” papar Tara.

Sering kali orang tak paham dan tak mencari tahu tentang makanan sehat. “Semestinya, mulailah sejak dini makan makanan sehat. Kebiasaan baik itu membuat badan terbiasa dan secara otomatis menolak makanan yang tidak sehat.”

Boleh saja sesekali jajan, tapi jangan kelewat sering. “Pasalnya, semakin lama, yang sakit usianya makin muda, bahkan anak kecil. Penelitian mengatakan makin modern peradaban, maka makin banyak penyakit menimpa orang-orang usia muda. Penyebabnya apalagi kalau bukan gaya hidup dan makanan.” Saran Tara, buat jadwal dan lakukan secara disiplin, akhir pekan boleh mengonsumsi jajanan yang diinginkan, hari Senin, mulailah lagi makan sehat.

Cara Memasak

Makanan sehat juga bisa diperoleh dengan cara masak yang tepat. Berikut panduannya:

1 Sebaiknya tidak terlalu sering mengonsumsi makanan yang digoreng karena tingginya kandungan lemak jenuh yang terdapat dalam minyak. Konsumsi makanan yang digoreng terlalu banyak bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan menjadi sumber penyakit lainnya. Lebih baik mengolah makanan dengan cara ditim, dikukus, atau direbus, karena lebih sehat.

2 Cara mengolah makanan dengan dibakar masih diperdebatkan hingga kini, “Menurut penelitian, konsumsi makanan yang dibakar menggunakan arang bisa menyebabkan kanker. Penelitian itu memang belum pasti karena masih berupa prediksi. Namun, untuk menghindarinya, sebaiknya jangan terlalu matang saat pembakaran atau bagian gosongnya jangan dimakan.”

 3 Untuk pengolahan makanan dengan cara dipanggang, tambahkan perasan jeruk lemon. “Perasan jeruk lemon akan meresap ke bumbunya tanpa harus menambah minyak.”

 4 Memasak menggunakan microwave  juga disarankan karena sistem kerjanya memanaskan makanan dari dalam hingga matang. Memasak menggunakan microwave  mengurangi penggunaan minyak dan air.

5 Tak perlu memasak dalam waktu lama (overcooked ) karena bisa menghilangkan vitamin yang terkandung di dalam bahan masakan. Merebus sayuran asal matang sehingga masih crunchy  lebih baik dibanding sampai layu. Cara lain mengolah sayur adalah dengan ditumis.

Menghitung Takaran

Selain memerhatikan cara memasak, makanan sehat juga dapat diperoleh dengan memastikan takarannya.

1 Penggunaan minyak goreng dalam sehari cukup satu sendok makan. “Pasalnya, satu sendok makan minyak goreng mengandung 120 kilo kalori. Sebagai perbandingan, satu sendok makan nasi sama dengan 50 kilo kalori.” Ada baiknya menggunakan minyak yang tak jenuh seperti olive oil  atau minyak zaitun. Tak perlu dipanaskan, cukup ditambahkan pada makanan sebagai bumbu. Tips lainnya, saat mengonsumsi makanan yang digoreng, tiriskan minyaknya atau bila perlu gunakan tisu untuk memastikan minyaknya telah terangkat.

2 Batasi penggunaan garam, zodium, dan zat berpengawet. Penggunaan garam maksimal 2.300 mm/hari atau setara satu sendok teh.

3 Menambahkan gula pada masakan bisa membuat gurih asalkan tidak berlebihan. Dalam sehari konsumsi gula sebaiknya tidak lebih dari 5 sendok makan. Kurangi konsumsi kudapan manis seperti cakes dan minuman manis. Hidup Sehat.

Aburachman Listisni

Leave a Reply