Stroke: Cegah dengan Gaya Hidup Sehat

Gaya Hidup Sehat , Hidup Sehat , informasi kesehatan , Stroke Feb 14, 2014 No Comments

 

Stroke Cegah dengan Gaya Hidup Sehat

Stroke Cegah dengan Gaya Hidup Sehat

Anda pernah mengalami serangan stroke atau TIA (ischemic attack atau sering disebut sebagai “mini-stroke”)? Sudah saatnya Anda menjalani gaya hidup sehat untuk mencegah kekambuhan.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar stroke tidak terulang. Beberapa di antaranya adalah dengan mengkonsumsi obat atau operasi.

Namun, cara di atas tetap tidak akan cukup membantu jika Anda tidak mengubah cara hidup Anda. Agar Penyembuhan dan pencegahan bisa berjalan lebih optimal, lakukanlah beberapa langkah sederhana berikut ini:

–    Berhenti merokok.

–    Rajin olahraga dan menjaga berat badan tetap ideal.

–    Batasi alkohol dan asupan garam.

–    Makan makanan sehat dengan lebih banyak mengkonsumsi sayuran, ikan, dan biji-bijian.

Pencegahan Stroke

1.   Obat

Bagi orang-orang dengan risiko tinggi stroke, dokter sering merekomendasikan obat untuk menurunkan risikonya. Obat antiplatelet (termasuk aspirin) menjaga trombosit dalam darah dari saling menempel dan membentuk gumpalan. Obat antipembekuan (seperti warfarin) mungkin diperlukan untuk membantu mencegah stroke pada beberapa pasien.

2.   Bedah

Operasinya dikenal sebagai endarterektomi. Prosedur ini untuk menghilangkan plak dari lapisan arteri karotis dan dapat mencegah stroke lanjutan. Baca juga Bahaya Minuman Berenergi Bagi Anak-Anak.

3.   Balon dan stent

Dokter juga dapat mengobati arteri karotid tersumbat tanpa operasi besar dalam beberapa kasus. Prosedurnya disebut angioplasty dengan memasukkan (sementara) kateter ke dalam arteri dan menggembungkan balon kecil untuk memperluas daerah yang menyempit oleh plak. Sebuah tabung logam (stent) juga dimasukkan untuk menjaga arteri terbuka.

Lebih dari setengah orang yang mengalami stroke mampu mengurus diri mereka sendiri. Bahkan, pasien yang rajin mengkonsumsi obat penghilang gumpalan bisa sembuh sepenuhnya. Begitu juga dengan orang-orang yang mengalami cacat, mereka dapat belajar untuk berfungsi secara independen melalui terapi. Semuanya tergantung dari cepat atau tidaknya penanganan dan pengobatan paska stroke. Hidup Sehat.

Aburachman Listisni

Leave a Reply